Poldasu Akan Periksa PLN Pasca Kerusuhan Di LP. Tanjung Gusta

Kamis, 18 Juli 20130 komentar








Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan kerusuhan yang terjadi di LP. Klas IA Tg. Gusta, Medan pada Kamis (11/7) lalu.

" Tidak tertutup kemungkinan, pihak  PLN akan diperiksa. Terutama terkait dengan adanya gardu yang meledak akibat daya berlebihan, sehingga menjadi penyebab padamnya listrik di LP tersebut,"

Hal tersebut dikatakan Kabid. Humas Polda Sumut, Kombes.Pol. R. Heru Prakoso, dalam keterangan persnya terkait kerusuhan LP. Tg. Gusta, Selasa (16/7) di Polda Sumut.

Heru juga menegaskan, bahwa terkait dengan peristiwa tersebut tidak ada senjata api milik sipir yang hilang diambil napi. Dikarenakan, gudang senjata masih dalam keadaan terkunci setelah peristiwa kebakaran tersebut terjadi.

" Sudah 80 orang saksi yang diperiksa, namun hingga saat ini belum ditetapkan siapa yang menjadi tersangka. Selain itu,  kita masih fokus mengejar para napi yang kabur," ujarnya.

Kabid Humas Poldasu,Kombes.Pol.R.Heru Prakoso juga menjelaskan, dari 2599 orang  napi yang ada di LP tersebut,  yang melarikan diri adalah sebanyak 212 orang.
Kemudian yang meninggal akibat terbakarnya LP tersebut adalah 5 orang.
 2 orang dari pegawai lapas, dan 3 orang dari narapidana," ujarnya.

Dari 212 napi yag melarikan diri, lanjut Heru, 9 orang diantaranya adalah tahanan yang berstatus teroris.
Dari 9 orang tersebut, 5 orang diantaranya berhasil ditangkap. Dan hingga saat ini masih ada 4 orang teroris lagi yang kita buru.
Sementara itu,  dari 212 napi yang melarikan diri tersebut, sudah kita lakukan penangkapan dan termasuk yang menyerahkan diri adalah  sebanyak 102 orang. Sementara, 110 orang napi lagi masih kita diburu.

Menurut Heru, pihak Polda Sumut telah melakukan beberapa langkah pasca terjadinya kerusuhan, pembakaran Lapas dan larinya para napi di LP. Klas IA Medan tersebut.
Yakni, tetap melakukan pengamanan atau menempatkan personil gabungan TNI dan Polri diseputar Lapas dan juga melakukan Olah TKP dengan melibatkan Labfor Cab. Medan.

Menurut Heru, pihaknya juga sudah membentuk tim investigasi, yang bertugas untuk mencari sebab awal terjadinya kerusuhan,  sampai dengan pembakaran gedung dan larinya beberapa orang napi.
 Tim investigasi sebanyak 14 tim, ditambah dengan  satu tim pengumpul data.
Totalnya adalah 15 tim, yang berkerja utk mengetahui sebab kerusuhan, pembakaran, sampai  larinya napi," ujar Heru.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga membentuk posko terpadu di Lapas, yang dijaga oleh personil dari Polda Sumut, Polresta Medan, dan juga dari petugas lapas itu sendiri.

" Hal ini adalah untuk mengsinkronisasikan data.
Agar dapat diketahui, berapa jumlah napi yang terdata. Karena, beberapa hari sebelumnya data masih simpang siur, karena kantor arsip Lapas terbakar," sebutnya.
Akibat tidak adanya data yang lengkap, kongkrit, maupun gambar dari napi yang masih diburu, lanjutnya,  membuat pengejaran terhadap napi yang kabur sedikit mengalami kendala. Karena, kita mencari orang dengan identitas yang tidak kita ketahui.
 Ibaratnya kita mencari orang dengan mata tertutup," ujarnya.

Namun begitupun, tambahnya, hingga Selasa 16/7) pihaknya udah berhasil mengamankan 102 napi. Ini adalah hasil yang luar biasa, karena mereka dicari dengan identitas yang tidak kita ketahui.

Disebutkanya, untuk memburu para napi yang melarikan diri ini, pihaknya sebelumnya telah membentuk 30 tim untuk memburu napi. Yang terdiri dari Poldasu sebanyak 3 tim, dan 1 tim dari masing-masing wilayah Polres dijajaran Poldasu.
" Kita terus laksanakan razia, tiada hari tanpa razia,  karena dari hasil razia ini banyak menangkap napi yang lari," sebut Heru.

Selanjutnya, pihak Polda Sumut juga melakukan pengamanan di pos yang berada di perbatasan. Antara lain,  di pos wilayah Langkat yang berbatasan dengan Aceh Tamiang. Pos perbatasan di Labuhanbatu yang berbatasan dengan Riau. Kemudian, Pos yang berada di Madinah yang berbatasan dengan Sumatera Barat, demikian juga halnya dengan pos yang berada di Dairi dan Tanah Karo yang berbatasan dengan  Aceh Tenggara, semua pos-pos ini diperketat.

Selain melakukan pengamanan di beberapa perbatasan tersebut, pihak Poldasu juga melakukan koordinasi dengan Polda tetangga, atau Polda yang berbatasan  dengan Polda Sumut. Yakni, Polda Aceh, Polda Riau dan Polda Sumatera Barat.

" Kita juga memberdayakan Bhabinkantibmas untuk bersama-sama dengan Kepling, Kades, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama, untuk memberikan himbauan kepada warganya,  manakala ada orang asing yang bukan warga setempat untuk  segera melapor ke pos polisi terdekat," terang Heru, sembari menunjukan keempat foto teroris yang masih dikejar(EL)

Bagikan Berita Ini :
 
Support : Creating Website